oleh Bayu Cuma Kiddrock pada 25 Maret 2012 pukul 11:53 ·
Tulisan ini bukan bagaiman kita melihatnya tapi bagaiman kita memaknai setiap kata didalamnya. Tulisan ini bukanlah kisi-kisi soal ulangan yang membuat otak kita membutuhkan bahan bakar yang banyak. Tulisan ini juga bukanlah materi yang akan diteliti sampai kita jenuh untuk membacanya.
Tapi, tulisan ini adalah rangkuman cerita disaat saya mengenal masa persahabatan. Massa dimana kita mempersiapkan diri untuk mengejar cita-cita.
SUARA DARI SERAGAMKU
Massa ini aku selalu dibanggakan. Massa ini aku selalu diperhatikan. Massa ini juga aku selalu disebut-sebut sebagai simbol kedewasaan. Tak pernah terbayangkan, betapa seringnya aku dipakai. Betapa bangganya aku dipakai. Betapa terhormatnya saat mereka tersenyum indah menggunakanku. Teringat aku ketika pertama kali mereka menggunakanku, mereka tersenyum, mereka gembira dan mereka selalu melihatku, membolak-balikanku, menatapku saat mereka menggunakanku dan puas melihatku dikaca.
Tapi itu dulu, saat semuanya menjadi akhir dari ceritaku. aku tak bisa bayangkan, seberapa hari lagi aku bisa dipakai, seberapa detik lagi aku bisa melihat mereka bangga menggunakanku. Aku tak akan pernah bisa bayangkan jikalau ada seragam lain yang dapat menggantikanku, aku tak bisa bayangkan bagaimana hariku esok. Aku takkan pernah melupakan kenanganku dengan mereka yang selama 3 tahun ini sabar dalam memakaiku. Harapanku hanya satu, semoga aku akan selalu mereka ingat beberapa tahun yang akan datang. Semoga mereka takkan pernah benar-benar melupakanku. Aku hanyalah simbol dari kedewasaan mereka. Takkan pernah kulupakan kenangan indah bersama mereka.
Seragammu
SUARA DARI KELASKU
Hari ini aku menatap sepi yang kosong. Berharap bayangan fatamorgana itu akan muncul. aku selalu berpikir. Aku selalu bertanya. Apakah mereka akan benar-benar melupakanku ?. Aku hanyalah tempat yang sederhana. Tempat dimana aku melindungi mereka dari hujan saat mereka berkonsentrasi belajar. Terlintas dipikiranku, apakah setelah mereka meninggalkanku dalam beberapa hari lagi, mereka akan mendapatkan tempat yang lebih megah dan indah daripada yang kupersembahkan selama ini ? Apakah hal itu akan membuat kenangan terindah itu hancur seperti tenggelam digelombang arus ? Apakah mereka akan mencoba menepis kenangan itu ? aku tak pernah tahu apa yang mereka lakukan. Tapi aku hanya ingin beraharap, meraka takkan pernah benar-benar meninggalkanku bersama kenangan yang abadi ini.
Kelasmu
.........................................................................................................................
Bagaimana itu terlintas dalam pikiranmu ? bagaikan bunga yang mekar tapi tak seharum bunga yang bersinar. Kadangkala kita hanya bisa menyia-nyiakan waktu yang pernah kita punya, kadangkala juga tidak pernah terlintas dipikiran kita untuk membuat waktu yang kita punya itu lebih bermakna. Massa putih abu-abu adalah masa kita harus belajar memanfaatkan waktu yang kita punya menjadi bermakna. Dimana pada massa ini kita masih terlihat seperti anak kecil, dimana juga pada massa ini kita sedang mencari jati diri kita yang sebenarnya. Tak jarang, karena proses mencari jati diri ini kita sering dihadapkan oleh banyak permasalahan hidup. Pertengkaran Dan perselisihan itu adalah hal yang wajar. Justru hal tersebut adalah proses rangkaian hidup kita. Yah mungkin akan menjadi kenangan kelak dihari tua kita.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Haruskah aku tinggalkan kenangan massa yang paling indah ini ya rabb ?
Haruskah aku mencari teman baru disana ya rabb sedangkan aku baru memulai persahabatanku di massa putih abu-abu ini ? sedangkan aku telah nyaman bersama mereka yang selalu membuat kenanangan ini menjadi nyata. Buku ini, bangku ini, kelas ini ? apakah harus aku tinggalkan ? apakah harus ya rabb ? sedangkan untuk meninggalkannya saja aku tak sanggup ? bagaiman aku bisa meninggalkan aroma ruangan kelas yang selalu menyelimuti hatiku ? saat ini aku hanya tinggal menungu detik yang berlalu, berharap waktu takkan berputar. Karna aku takut kehilangan suasana massa putih abu-abuku. Karna aku takut kehilangan teman-temanku. Tapi saat ini, aku belajar dari masa dan kenanganku. Aku belajar mengahrgai waktuku, belajar menghargai persahabatanku, aku belajar banyak ya Rabb. Massa kemarin adalah pelajaran buat kita. Massa ini adalah massa kita harus memanfaatkaannya. Dan massa depan adalah impian yang harus kita gapai. Semoga kelak kita akan bertemu lagi, semoga kelak kita bisa mendapatkan impian yang kita inginkan. Sahabatku, jangan pernah kita lupakan kenangan ini. Kenangan terindah dalam hidupmu. Kenangan yang pernah kita jalin. Aku tak bisa bayangkan bagaiamana kita esok, kelas yang dulu ceria, kelas yang dulu kacau, kelas yang dulu tersenyum indah karna penghuninya saling tertawa. Saling membagi kisah. Saling berbagi pengalaman. akan hanya menjadi kenangan ? apakah waktu tidak bisa diputar kembali ? apakah tidak bisa ya Rabb ? aku hanya ingin menghapus air mata mereka saat mereka ada masalah. Aku hanya ingin selalu disisi mereka saat mereka bersedih karna persoalan hidup mereka. Apakah waktu akan tega mengambi kebahagian itu ?
Ya Rabb. Aku tak ingin mereka menangisi massa dan kenangan ini ? karna aku tahu ya Rabb. Mereka akan mendapatkan kebahagian yang lebih dari yang bisa kuberika. Hidup kadang membingungkan. Tapi itu bukanhlah penghalang bagi kelangsungan hidup kita kan ?
Sahabatku, semoga engkau selalu sehat sehingga engkau bisa meraih cita-citamu.
Sahabatku, semoga engkau selalu tertawa sehingga engkau takkan membutuhkan kami lagi untuk menghapus air matamu.
Sahabatku, kita akan selalu bersama didalam hita kita.
InsyaAllah
BalasHapusAmien.....